Timah Di Pulau Belitung

Pulau Belitung Dengan Tambang Timahnya

-         Perkenalan Tentang  Penemuan Timah

Awal mulanya timah di temukan di daerah pulau Bangka bagian selatan sekitar tahun 1808an dan baru di exploitasi sekitar tahun 1811an.Khusus di Indonesia,selain di Bangka Belitung Dan Kepri,menurut penelitian dan hasil ekplorasi,timah juga berada di sepanjang selat malaka hingga selat gaspar dan karimata,dan baru baru ini timah juga di temukan di daerah Kalimantan Barat,namun itu harus dilakukan ekplorasi lebih lanjut untuk mengetahui deposit dan cadangan timah yang terkandung di wilayah tersebut.

Pulau Belitung  yang dikenal sebagai Pulau Laskar pelangi merupakan salah satu pulau penghasil timah terbesar di dunia.Dengan potensi tambang yang ada di pulau Belitung sehingga mendorong para investor investor dalam negeri maupun luar negeri berlomba lomba datang ke pulau belitung untuk menanam kan modalnya.

 

   PROSES PENAMBANGAN TIMAH DI PULAU BANGKA BELITUNG KEPRI

Timah merupakan andalan salah satu barang tambang yang terdapat di Pulau Belitung.Didalam penambangan biji timah,biasanya juga terdapat unsur  ikutan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan kegunaan nya sangat besar untuk industri,unsur ikutan tersebut diantaranya Ilmenit,Zirkon,Monazite,Pyrite,Xenotime,Wolframite,Anatase,Cuprite,Limonite,Galena,Siderite,dan Tourmaline.Namun ada juga yang ditambang secara terpisah dan terbuka di antara nya Hematit(batu besi),Kaolin,Quartz(pasir kwarsa).

 

Timah merupakan sumber daya alam utama pulau Bangka Belitung sejak lama. Besarnya kandungan biji timah di daerah ini merupakan yang terbesar dari beberapa daerah lain di Indonesia. Bahkan untuk di dunia, produksi timah asal Indonesia sangat mempengaruhi harga pasar dunia.

Didalam sejarah penambangan timah, telah banyak mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Proses penambangan timah pun kian efektif dan efesien berkat kemajuan teknologi pertambangan. Sejak dulu telah tercatat berbagai teknik penambangan timah yang terjadi di Bangka Belitung.

1. EKSPLORASI (exploration)

Eksplorasi merupakan kegiatan kajian dan analisa sistematis guna mengetahui seberapa besar cadangan biji timah yang terkandung. Didalam operasional kegiatan eksplorasi melibatkan beberapa komponen seperti surveyor (pemetaan awal)sumur bor/small bore ( mengambil sample timah dengan teknik bor tanah)lab analisis, hingga pemetaan akhir geologis(geological map).

Proses eksplorasi sangat menentukan berjalannya suatu proses penambangan timah. Karena dari tahap inilah muncul DATA PETA GEOLOGIS secara lengkap sebagai panduan utama dalam kebijakan penambangan timah. Sehingga proses selanjutnya dapat ditempuh dengan berbagai analisa operasional yang baik, termasuk rencana anggaran dan sebagainya.

2. OPERASIONAL PENAMBANGAN ( mining )

Didalam proses penambangan timah dikenal 2 jenis penambangan yang dikenal di Bangka Belitung.

       A. Penambangan Lepas Pantai

Penambangan Timah Lepas Pantai (laut lepas)

Pada kegiatan penambangan lepas pantai, perusahaan mengoperasikan armada kapal keruk untuk operasi produksi di daerah lepas pantai (off shore). Armada kapal keruk mempunyai kapasitas mangkok (bucket) mulai dari ukuran 7 cuft sampai dengan 24 cuft.

Kapal keruk dapat beroperasi mulai dari kedalaman 15 meter sampai 50 meter di bawah permukaan laut dan mampu menggali lebih dari 3,5 juta meter kubik material setiap bulan. Setiap kapal keruk dioperasikan oleh karyawan yang berjumlah lebih dari 100 karyawan yang waktu bekerjanya terbagi atas 3 kelompok dalam 24 jam sepanjang tahun.

Hasil produksi bijih timah dari kapal keruk diproses di instalasi pencucian untuk mendapatkan kadar minimal 30% Sn dan diangkut dengan kapal tongkang untuk dibawa ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT) untuk dipisahkan dari mineral ikutan lainnya selain bijih timah dan ditingkatkan kadarnya hingga mencapai persyaratan peleburan yaitu minimal 70-72% Sn.

        B.PenambanganDarat

Penambangan darat dilakukan di wilayah daratan pulau Bangka Belitung, tentunya system operasional yang digunakan tidaklah sama seperti pada wilayah lepas pantai.

Proses penambangan timah alluvial menggunakan pompa semprot (gravel pump).Setiap kontraktor atau mitra usaha melakukan kegiatan penambangan berdasarkan perencanaan yang diberikan oleh perusahaan dengan memberikan peta cadangan yang telah dilakukan pemboran untuk mengetahui kekayaan dari cadangan tersebut dan mengarahkan agar sesuai dengan pedoman atau prosedur pengelolaan lingkungan hidup dan keselamatan kerja di lapangan. Hasil produksi dari mitra usaha dibeli oleh perusahaan sesuai harga yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja Sama.

Pada daerah tertentu, penambangan timah darat menghasilkan wilayah sungai besar yang disebut dengan kolong/danauKolong/danau itulah merupakan inti utama cara kerja penambangan darat, karena pola kerja penambangan darat sangat tergantung pada pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air dalam jumlah besar. Sehingga bila kita lihat dari udara, penambangan timah darat selalu menimbulkan genangan ari dalam jumlah besar seperti danau dan tampak berlobang-lobang besar.

Produksi penambangan darat yang berada di wilayah Kuasa Pertambangan (KP) perusahaan dilaksanakan oleh kontraktor swasta yang merupakan mitra usaha dibawah kendali perusahaan. Hampir 80% dari total produksi perusahaan berasal dari penambangan di darat mulai dari Tambang Skala Kecil berkapasitas 20 m3/jam sampai dengan Tambang Besar berkapasitas 100 m3/jam.

Produksi penambangan timah menghasilkan bijih pasir timah dengan kadar tertentu.

About these ads

Tentang yomanca

very good
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s